My "We don't Talk Anymore Version-Review and Late Reaction'

Click and read my review and late reaction about this song. Fufufufu bakalan ada sedikit asdfghjklove journey juga.

Hasil Try Out KPMBS (Keluarga Pelajar Mahasiswa Banyuwangi di Surabaya) 2015

Nah seperti judul di atas, hari ini gue bakalan ngereview tentang Try Out KPMBS yang diadain tanggal 25 Januari 2015 kemarin.

HORRORNYA NGAMBIL BIMBEL MALAM MINGGU

Malam Sabtu. Oke, hari gini, buat remaja, engga tau Malam Minggu. Bayak versi dari Malam Minggu. Ada malam minggu pahing, kliwon, legi, bahkan yang baru dijadiin film, Malam Minggu Miko. Malam Minggu. Gue ngamatin malem minggu adalah malem dimana status Facebook naik hingga 50%! Dan isinya sama....

Pengalaman Naik Kereta Api Mutiara Timur Siang

Di postingan ini (yang lagi lagi engga jauh dari kereta) gue bakalan ngasih semacem review atau apalah ya, sekaligus ngasih saran atau sekedar pengalaman buat yang mau tahu gimana sih rasanya naik Mutiara Timur ini .. Oke, untuk pertama bakalan ngereview..... KERETA MUTIARA TIMUR SIANG !

Download 포미닛 (4MINUTE) - '오늘 뭐해 (Whatcha Doin' Today)' (Official Music Video)

Nah, di postingan ini, cuman pengen bagi bagi videonya 4Minute yang Watcha Doin' Today. kenapa? ya karena gue fansnya 4minute waks. Buat reviewnya, nah, disini gue sebagai mantan yadongers -_- MV ini seperti

Tampilkan postingan dengan label Article. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Article. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Agustus 2021

CHILD-FREE? PERNAH MERASA TAKUT MENJADI ORANG TUA DI MASA DEPAN? Bagian 2

 Assalamualaikum wr.wrb

How's life? Masih menimbang-nimbang genre kehidupan seperti apa yang kita alami sekarang? Well, sebenernya tujuan kita sama buat tahun ini: bertahan hidup. 

Postingan ini jadi postingan lanjutan mengenai postingan child free ku sebelumnya (sila cek di beranda blog ya:)) Topik ini kembali mencuat di Twitter dan sebagai anak gabut ga tau diri, aku mau ngelanjutin postingan sebelumnya. 

Minggu, 30 Agustus 2020

CHILD-FREE? PERNAH MERASA TAKUT MENJADI ORANG TUA DI MASA DEPAN? Bagian 1

 Assalamualaikum wr wb. 

Hai, kayanya lamaaa banget ngga update tulisan di blog ini yah wkwk aslik sok sibukkk banget aku. 


Pada postingan kali ini, aku mau bahas sesuatu yang beberapa hari terakhir cukup sering tiba tiba muncul di pikiranku. Yap! Tentang memiliki anak, tentang menjadi orang tua, dan pemikiran pemikiran serupa. Apa sih CHILD FREE itu? Apa dampaknya terhadap negara, utamanya pada sisi ekonomi dari sudut pandangku sebagai mahasiswa ekonomi?

Minggu, 27 Januari 2019

[30 HARI BERCERITA] DAY 2 - THE STORY OF MY HABLUM MINALLAH and COLLEGE LIFE

-Entahlah, aku yang terlalu malas, terlalu banyak distraksi, atau memang  terlalu jumawa-

Salam...hahaha

Assalamualaikum wr. wb.

Bagaimana kabar kehidupan kalian semua?
.

Jumat, 25 Januari 2019

[30 HARI BERCERITA] Day 1: PERJUANGAN BESAR DIMULAI

-sebuah sambatan seorang mahasiswa tingkat akhir atas tugasnya yang tidak segera diselesaikan-

Assalamualaikum wr. wb.

"Sebenernya yang menyulitkanmu itu apa, nduk?"
.
"Dosen?'
.
Ngga kok mik. Dosennya baik kok.
.
"Terus apa?"
.
Aku gatau.
.

Sebagai anak terakhir, rasanya orang tua pengen banget liat saya cepet lulus. Ibuk bilang udah kangen lagi buat main ke ACC. Ya Allah, ya tinggal masuk aja loh selama pintu-nya ngga dikunci...
.
Abang yang dengan baik hatinya bayarin UKT gue (ngga sih, ngga tau. ganti uang ibuk yg dipake di kebunnya kalik) semester delapan ini. Tiap telpon nanya, skripsimu sudah sampe mana? Cukup saya jawab, rahasia..
.

Haha, kembali lagi masalah komitmen. Saya adalah orang yang mudah on-fire di awal, mager di tengah, mati matian di akhir. Ndak selalu pada setiap subjek dan perkara, tapi kebanyakan seperti itu. Apalagi kalau situasi buat mager di tengah proses itu mendukung. 
.
Berbicara tentang kehidupan perkuliahan, yah.... cukup smooth. Saya ngerasa ini ujian terberat saya selama kuliah, terutama ketika muncul sedikit penyesalan dan menyadari bahwa, ternyata ini bukan minat utama saya. Diawali dengan putaran 180 derajat atas preferensi mayor di sekolah, dari yang dulu suka IPA, pindah preferensi ke IPS. Saya yang dari SD terlihat suka IPA meskipun nilainya segitu segitu aja, tiba tiba aja beralih ke IPS.
.
Yap, cerita utama saya sebenernya bukan tentang sambatan tugas akhir, tapi sambatan tentang saya yang lagi lagi tidak bisa berdamai dengan masa lalu.
.

Saya suka banget mapel ekonomi, pertama kalinya saya secepat itu jatuh cinta sama sebuah mapel. IPA, saya tau saya ngga suka IPA, suka dalam sesi formalitas bakti anak kecil ke orang tua saja. Pun, di IPS saya tidak terlalu pandai, apalagi sosiologi. Apakah karena saya sering tetiba ansos, makanya sosiologi saya ngga suka? HAHAHAHA. 
.
Kebencian -salah- maksud saya, menurunnya formalitas minat ke IPA dimulai di SMA. Dimulai dengan Biologi yang semakin tidak saya mengerti dan tidak cocok dengan metode pembelajaran saat itu, Kimia yang saya pusing bagaimana hubungan hubungan atom dan molekularnya, dan puncaknya pada Fisika yang bikin saya stress. Fisika, mapel yang susah sekali saya terima mekanismenya di otak, menjadi indikator utama (selain Ekonomi) kepindahan saya ke IPA. 
.
Nestapa akan Fisika, saya punya banyak. Seperti ketika ditanya di kelas cuman bisa plongo, nilai yang seperti nomor punggung Rossi, dan sebagainya. Pernah suatu ketika saya berusaha sekuat tenaga dengan minta les tambahan (kala itu di SSC) sampai pulang jam delapan malam. Jangan disamakan delapan malam Surabaya dengan delapan malam Sempu. Rutin, khusus untuk Fisika saya minta les tambahan diluar jam les normal, namun berakhir dengan sindirian saya kurnang belajar dan buku LKS saya buat bantal untuk tidur. Tidak salah, pun saya memang menjadikannya bantal, karena ketiduran pas saya pelajari lagi malamnya di rumah.
.
Fisika, benar merubah hidup saya. Saya tidak pernah sebenci itu pada suatu mapel. Entah, apa saya yang salah mengartikan indah dan estetikanya fisika. atau memang faktor eksternal yang begitu kuat menjauhkan saya dengan Fisika. Sempat saya merasa, saya harus kuat bertahan di IPA terutama Fisika, namun apa yang tertulis di laporan semesterr mengatakan sebaliknya. Fisika yang mendekati KKM, mengesahkan embargo diri saya atas Fisika, setidaknya hingga hari ini.
.
Apa saya benci ke Fisika secara mapel, atau kepada penyampaiannya? Saya masih belum bisa terlihat baik baik saja terhadap siapa yang menjadikan saya benci Fisika. Terhadap anak IPA? Ngga lah, saya ngga benci anak IPA. Hahaha my crush saat SMA, anak IPA semua :D
.
Saya rasa kehidupan IPS saya cukup halus. Flat flat saja. Alhamdulillah, ekonomi sukses mempertahankan peringkatnya di hati saya hingga lulus.
.
Tapi, muncul keraguan atas Ekonomi, setelah saya menjalani studi selama 3,5 tahun ini.
.
Awal semester, semua masih terasa cukup mudah, walaupun Matematika Ekonomi membuat saya pusing kala itu. Alasan saya masuk ekonomi sebenarnya cukup sederhana. Dikala orang memilih jurusan karena job vacancynya banyak, gaji besar dll, saya memilih ekonomi karena TV. Yap, selain hukum terutama kriminalitas, ekonomi memiliki kanal beritanya hampir di setiap televisi. Setidaknya, setiap hari ada Kabar Pasar dan Economics Challenges di waktu waktu tertentu. Seprecious apa ya ekonomi ini, setiap hari ada ahli ekonomi yang diundang ke TV. Sesederhana itu, saya ingin tahu kenapa ia begitu berharga.
.
Dan, pertanyaan random saya terjawab saat saya kuliah di jurusan Ekonomi Pembangunan, Airlangga.
.
Ekonomi itu sulit saudara.
.
Terutama ekonometrikanya. Saya pusing.
.

Tentang lika-liku ekonomi, saya ngga minat buat nulis disini, mungkin di lain postingan wahaha. Tapi, saya pengen banget cerita tentang, saya sadar saya ternyata minat sama jurusan lain. Teknik Informatika.
.
Teknik Informatika itu ngga gampang, memang. Kalkulusnya juga susah. Setidaknya, yang saya tahu adalah saya sebenernya suka banget utek utek berbau teknologi. I know, TI ngga cuman bahas tentang teknologi dan lain lain, tapi saya sadar saya suka utek utek html sendiri meskipun suka error. Dan, satu ketika yang bikin saya makin yakin untuk suka sama jurusan berbau komputer, pemrograman, dan sejenisya, adalah Ekonometrika.
.
Waktu itu, pertama kali lab ekmet. Saya baru sadar bahwa nge-run itu asik sebenernya. Saya hampir ngga pernah bolos Lab ekmet karena buat saya, lab ekmet itu penghibur di kala jenuh sama ceramah klasikal di dalem kelas. Yah, meskipun di Ekmet 2 saya lebih sering nyontek teman hahaha.
.
Hari itu ada ujian Lab Ekmet. Saya belajar ngerun dua hari atau tiga hari sebelumnya, padahal mapel lain yang teorinya seabrek, ada yang baru saya pelajarin sehari sebelumnya. And, here comes the great results.
.
Nilai ujian praktek Ekmet yang bulat sempurna, 
.
Seriously, orang yang membaca ini dan menganggapnya sebagai 'pamer', saya yakin hatinya minta di cleaning pake CCleaner biar gak ada file file 'sampah'nya whahaha. Saya yakin, nilai itu selain datang dari kemurahan hati mbak mbak Asdos, datang dari bahagianya saya ada praktek lab ekmet di jurusan. Nilai Lab yang berkebalikan banget sama nilai teori hahaha. Disitu, saya tahu saya suka yang berbau teknologi dan semacemnya. Lab ekmet juga bikin saya flashback ke kejadian pas smp, pelajaran TIK, ujian tentang Word dan apalagi saya lupa, di lab komputer smp, menjadi satu-satunya yang ngga remedi kala itu. Dan banyak hal hal senada yang terjadi. 
.
Huft
.
Kenapa baru sadar pas semester semester akhir?:")
.

Mungkin ada yang bertanya, sekarang saya gimana? Mau ngelanjutin EP atau gimana. Ya bismillah, tetap ngelanjutin, dan ya alhamdulillah tinggal skripsi yang enam bulan belum selesai selesai. Sudah digariskan oleh Allah, mudahan bertahan di EP bikin saya bisa lebih berguna bagi bangsa, ngga nyusahin hahaha. Saya tetap senang di EP, saya masih suka banget sama makro. Dan juga, terkait komitmen. Hhaha, saya masih komitmen sama EP, dan ya bener. Saya on fire di awal perkuliahan, mulai males di pertengahan, tambah males di skripsian. Tapi doakaaan ya, saya mau ngebut skripsian wkwkwk. Oke, anyway....
.
Ada saran kursus pemrograman atau saran D3 yang bagus buat saya? Hahahahaha

Ohiya, terakhir. Saat nulis ini saya dengerin musik di Spotify... here is the playlist!

Dewa 19 - Dua Sejoli
Dewa 19 - Arjuna
Dewa 19 - Separuh Nafas
Bigbang - Tonight
Bigbang - Fxxk It
Tulus - Sewindu
Tulus - Monokrom

Ohiya, kalau diantara readers ada cerita atau masalah tentang komitmen (apapun itu, bisa percintaan, kerjaan, atau lain lain), bisa banget tinggalin komentar dibawahhhh. Thanks.

Wassalamualaikum wr wb

Selasa, 08 Mei 2018

Structure, Conduct, Performance Industri Kertas Tisu di Indonesia

Assalamualaikum wr wb....
Yep, saya mau berbagi beberapa tugas yang pernah saya kerjakan semasa kuliah (menuju tahu terakhir di kampus wkwk) dimulai dari tugas industri ini^^

FYI, beberapa data disini seperti harga dll saya cari sendiri, survei di supermarket di Surabaya! Tapi untuk produktivitas dll, saya dapat dari dosen saya berupa data mikro dan pembagian PSID dll bisa dilihat di KBLI, saya lupa antara KBLI 2013 atau 2015. Full document beserta perhitungan CR dll bisa dilihat di link ini, segera saya update!

Dimohon untuk memasukan referensi ini ya, saling menghargai karya ilmiah masing masing:)

Zakia, Arivia F. (2017). Structure Conduct Performance Industri Kertas Tisu (DISIC 17091)

Selasa, 26 Desember 2017

My Silly Method to Overcome Run Out of KAI Ticket


Assalamualaikum wr wb

Yap, di postingan ini saya mau bagi bagi tips gimana sih caranya dapet tiket meskipun tiket dari asal ke tujuan kita udah abis wkwkwk

Kemarin tanggal 21 Desember 2017 saya rencananya pulang. Kenapa engga pulang dari kemaren jumatnya karena ada vacation  tipis tipis sama anak anak BPH wkwkwk. Dan, hari rabunya ada survei buat KKN (terasa sedih karena... ikut KKN berarti saya udah semester tua wahaha). Jadinya saya baru bisa pulang kamisnya. Pun juga selasa adek saya yang laperan minta ditemeni nonton. Sip!

Sabtu, 03 Desember 2016

Statistika MDS (Multiple Dimensional Scaling) Data Hair menggunakan SPSS

Assalamualaikum wr wb

Haai, setelah sekian lama engga ngepos sesuatu yang berguna di blog, kali ini saya bakalan bagi bagi duit nih
.
.
.
ea pada baper xD

Jadi disini saya mau bagi step by step dan cara nge-run MDS (Multi Dimensional Scaling) yang jadi materi di MAS201 (Statistika 2)

I know exactly betapa susahnya (ini pure saya yang alay, mungkin belum kapasitas otak saya bua cepat memahami MDS) memahami Statistika. Apalagi dosen saya ini keras dan disiplin banget orangnya. Duh, ternyata labeling saya ke beliau sudah mulai bergeser nih. Kemaren pas PHL beliau baik banget sampe nyontohin gimana nge run di SPSS.

Selasa, 09 Agustus 2016

My First Time: Naik Kereta Api Probowangi

Assalamualaikum wr wb

Yeayayaaayy (Ala syahrini di iklan mie sadep *eh) this was the xx times I use train! Still it is my most favorite  transportation! Fyuuh sayangnya masih make kereta itu itu aja -__-" 

(Okay, wait. Tunggu sampe saya bisa njajal kereta di DIVRE Sumatra dan nyoba jalur kereta di Sulawesi.) 

Seperti yang diketahui di postingan sebelumnya, beberapa hari yang lalu saya musti balik lagi ke Surabaya buat ngurus surat keterangan kuliah dan ambil Kartu Hasil Semester (and again, don't ask about my GPA). Terus di pstingan itu saya bahas masalah mesin cetak tiket mandiri yang berubah jadi sistem boarding pass di Surabaya Gubeng kan? Masih anget kok, daripada saya kasih linknya terus musti bolak balik kena adfly wkwkw

Nah jadi ceritanya gini. Ibu yang emang engga biasa dan jarang serta gapernah ngasih uang saku 'tumpeh tumpeh' kemaren ngasih uang saku buat di Surabaya sekitar lalala (sensor, jaga imej ibuk haha). Nah masalahnya adalah ini hati udah gemes banget pengen cepet cepet bikin rekening Bank Syariah. Cocoknya lagi rekening bank yang jadi KTM kan isinya mevet banget dan harus di isi biar aman rekeningnya. Apalagi pas di Surabaya nih, ada promo dari Sbux 'Buy 1 Get 1" buat celebrating Internatinal Friendship Day jadi pas banget setelah beberapa bulan ga main kesana. Plus plus kan ini anggaran belanja saya-__- Belum lagi uang saku itu belum dilengkapi sama biaya bayar tiket. Duh mak gini amat-__-

But, bukan anak ekonomi sih kalau saat kevevet gini gabisa mengalokasikan keuangan /eaeaea/ Dengan berbagai pertimbangan dsb, akhirnya saya putusin buat naik Probowangi aja, dengan resiko terbesarnya, BERANGKAT PAGI dan GADAPET TRANSPORT KE STASIUN!

Oke, saya gamau bahas masalah apa apa yang terjadi sebelum saya berangkat ke stasiun, mending langsung aja ke rasa dan kritik kritik kecil buat kereta api ini.
  1. First Impression dari kereta ini adalah, murah tapi engga murahan. Sempet pesimis sih soalnya ini kereta api termuraaah buat jurusan Surabaya-Banyuwangi Baru. Tapi menurut saya sih 11:!2 sama Sritanjung yang notabene harga tiketnya lebih mahal 20-30 ribu, cuman Sritanjung enaknya kan waktunya lebih siang dan mudah dijangkau. 
  2. Dari sisi fasilitas keretanya. Satu yang pasti langsung saya rasain adalah, ACnya! AC harus dingin lah ya. Untung sih menurut saya masih dalam keadaan 'lumayan menuju bagus' karena kadang masih keras nyess kena AC. Cumannya lagi adalah, karena ini kereta Ekonomi jadi pintunya ga bisa cklek (aduh gimana ya ngejelasinnya) jadi gampang kebuka dan bikin udara luar masuk dan ACnya ga dingin lagi. Alhamdulillahnya, dapet gerbong yang enak. Saya paling engga seneng kalo dapet kereta yang tempat duduknya ada papannya gitu (yang pernah naik ekonomi mungkin tau) untungnyaaaa kemaren gadapet gerbong yang kaya gitu. 
  3. Ini yang njijikin banget. Kemaren kan berangkat sengaja pake rok biar gausa bawa mukena, terus kok gabisa gerak gampang jadi ganti celana. Dan lagi lagi, namanya juga kereta api ekonomi ya, beda jauh sama Ekskutif haha. Toiletnya njijikin banget. Kaya ada duuuh pokonya saya gabisa njelasin lah, saya aja nulis ini sambil nahan geli kebayang lubang toiletnya yang sampe duh pokonya sebisa mungkin hindari toilet yaa kalo naik kereta ekonomi ini.
  4. Bagasi. Buat yang emang bawa barang banyak dan punya anggaran lebih, sebisa mungkin mending naik bisnis atau eksekutif. Di ekonomi ini bagasi nya umpel-umpelan (desekan) sampe sampe ditaruh di deketnya bordes dan nyempitin jalan. Untungnya saya naiknya dari Stasiun pertama, jadi masih kebagian.
  5. Kecepatan kereta. Kereta ini saya bayanginnya pelan gitu, terus berhentinya lamaaa kayak kalo naik Penataran atau Dhoho. Tapi ternyata engga lho. Paling lama berhenti sekitar 10 menitan kalo gasalah, dan engga kerasa lama. Speednya juga hampir sama kayak Mutiara Timur kok. Jadi engga kerasa lama, malah kadang menurut saya lebih kerasa lama naik Mutiara Timur haha.
  6. Ketepatan eta (Estimated Train Arrived ?) hm, skala 7,5 dr 10. Estimasi sampe di Kalisetail itu 10:49 tapi nyampenya jam 10:55an.
  7. FYI, ada kereta makannya loh. Saya kira gaada haha. Menunya waktu itu Nasi Goreng Maroco, Nasi Sate, Pop Mie, sama satunya apa itu lupa. Jadi jangan takut kelaparan ya, tapi kalo kaya saya gini bukan takut kelaperan, tapi gaada uang haha
  8. The Great Things is, kereta ini melebihi ekspektasi saya banget. Saya kira ini old-fashioned banget dengan gaada notification voice buat nge-informasin stasiun selanjutnya. Ternyata ada lho! Wah keren! BILINGUAL! Bule bule jadi ga susah nih ngartiinnya.
That's all my experience. Again, overall enak kok dan nyaman naik kereta ini. Cuman ya masih trauma dengan toilet yang njijikin. Ohiya saran aja. Saya kemaren kan di gerbong 1 (kalo dari Surabaya Gubeng, kalo dari Banyuwangi mungkin gerbong 5 atau gerbong dinas), jadi buat yang pengen dapet tempat duduk kaya saya mungkin bisa jadi acuan. BTW, karena saya di gerbong 1, jadinya saya musti jalan dulu ke gerbong dua buat turun. Nah di gerbong dua ini nih temoat duduknya ada papannya. Sepanjang jalan pulang saya cuman bisa alhamdulillah alhamdulillah karena gajadi pesen di kereta dua.  

Doakan rejeki saya lancar ya, ntar kalo devices saya udah memadai, bakalan saya uploadin video yang isinya jalur dengan pemandangan bagus sepanjang rel kereta.

Buat yang mau tanya, bisa banget nanya di kolom komentar. Ada yang mau bagi info atau pengalaman juga? Feel free to give comment!

Wassalamualaikum wr wb

Tags:
  • PENGALAMAN NAIK KERETA API PROBOWANGI
  • RASANYA NAIK PROBOWANGI

Minggu, 07 Agustus 2016

My First Time: Using 7Minute Workouts-Fitness for Bikini Body [REVIEW]

Assalamualaikum wr wb

Mumpung masih di rumah, belum masuk kuliah, pengen ngepos banyak hal haha

Jadi ceritanya, liburan semester ini kan di rumah terus. Kalo semester kemaren kan sebentar doang karena ada kegiatan di Malang. Berhubung ini di rumah, makanan murah, jajanan banyak, mbledak deh ini badan. Apalagi gue ini tipe manusia yang gampang banget nambah lemak di pipi sama paha. Yaudah bayangin sendiri aja-_-

Padahal gue udah sempet bahagia karena nomer celana turun dari 34 (wedan gendut banget gue) jadi nomer 32 dan radaa kegedean dikit. Tapi syukuri ajalah, masa di rumah mau diet juga? Eman ah, kapan lagi bisa makan bebas wkwkwk

Terus gue mulai nyari aplikasi olahraga di AppStore. Sebelumnya kan gue ganti id Apple ke id yang Australia (buat download Pokemon Go dan failed) dan nemu namanya Tabux atau apa ya lupa. Lumayan bagus cuman ya gitu kan, aplikasi luar negeri itu bagus bagus tapi dikit dikit bayar. Akhirnya gue switch itu AppStore ke id yang Indonesia. 

Pas lagi exploring ini gue nemu banyak banget kayak Freeletics dan lain lain. Awalnya pengen download aplikasi ini karena kayanya feedback dari penggunanya bagus tapi entah kenapa gue malah download aplikasi 7Minute Workouts-Fitness for Bikini Body (for woman)

Gue suka ini aplikasi karena sekilas di detail application (yang ada foto foto aplikasinya itu lho) kok kayanya interfacenya ga aneh aneh dan minimalis keren, meskipun warnanya pink rada tua gitu-___- Terus disana kaya ada video tutorial tiap jenis workoutsnya jadi kaya bantu banget gitu. 

Screenchoot di AppStore
(sumber: pribadi, AppStore's 7MWorkouts)

Pas pertama buka aplikasinya tampilannya kaya gini 


(Abaikan itu promosi butt workout wkwkwk)
Nah, simpel kan? Dan engga neko neko suruh bayar buat make yang ini harus unlock dll.

Ini daftar workoutnya

Buat yang pengen nyoba workout diatas, bisa kok di search di YouTube. Favorit gue sih yang No Rope Jump Rope sama Superman Exercise karena gampang dan bisa dilakuin pas lagi tiduran nonton TV xD.

Masih make sekali doang sih gue, jadi belum tau perubahannya. Tapi sekali pake ini udah ngerasa rada enteng di beberapa bagian dan rada seger ga gampang capek. Buat fitur lainnya, download aja aplikasinya :)) In sha Allah enak kok haha. 

BTW, itu buat bikin Bikini Body kan ya? Gue baru aja tau wkkwk tapi niatnya ga buat bisa bikin bikini kemana mana kok. Ya biar rada nge-shape aja wkwk. It seems that I started to care about my body's shape

Okay, selamat mencoba. Mudahan lancar dan sesuai ekspektasi yang diinginkan. Buat yang baru atau yang udah coba, bisa banget komen di bawah buat bagi bagi experiencesnya dan tips tips buat memepercepat pembentukan XD

Wassalamualaikum wr wb

Tags:
  • Review 7 Minute Workout
  • Trying 7 Minute Workout
  • Pengalaman menggunakan 7 Minute Workout

My First Time: Mesin Cetak Mandiri di Surabaya Gubeng berubah jadi Boarding Pass

Assalamualaikum wr wb

Ceritanya, kemaren barusan nyampe rumah abis ambil KHS di Surabaya (okay, enough, don't ask about the GPAs). Biasanya kan gue naik Mutiara Timur Malam/Siang sama Sritanjung, tapi lebih sering naik Mutiara Timur Malam sih. Buat yang pengen tahu pengalaman gue naik Mutiara Timur bisa klik disini 

Berhubung ini lagi liburan (means that I don't have much money and no income at all), kemaren buat pertama kalinya beraniin diri naik Probowangi. Kenapa gue sebut beraniin diri? Karena ini kereta berangkatnya pagi dari Surabaya Gubeng, jam 04:25 jadi harus bangun pagi dan itupun gatau bisa dapet taksi atau engga. Gue juga udah niatin berangkat ke stasiun jalan kaki aja sekalian ngurusin badan xD. But yeah, buat mantepin diri buat berangkat jam segitu di Surabaya ada sisi sulitnya tersendiri -__- btw perjalanan menuju stasiun dan rasanya naik Probowangi ini bakalan gue review sendiri di pos selanjutnya..

Back to topic. Gue kaget awalnya. Niatnya kan jam 10 pagi ke stasiun buat cetak mandiri tiket kayak biasanya. Nah sampe sana kaget loh kok jadi mesin barcode dan gada printnya sama sekali. Sampe bingungnya gue pikir ini cuman buat Stasiun Gubeng Baru. Gue pindah ke Gubeng Lama eh ternyata sama. Lah tambah bingung dong eyke..

Niatnya mau tanya ke mbak mbak yang ada di sekitar sana tapi kok ngantri banget, terus bacaada semacem X-Banner di sebelah mesinnya. So, sekarang itu masuknya pake boarding pass cem bandara gitu. Buat yang bingung atau yang baru tau info ini, gue kemaren sempet foto tata caranya di Stasiun Gubeng Baru...
Jadi, buat yang belinya di loket bakalan dapet tiket kan? Nah di tiket itu ada barcodenya. Nah ntar scan barcodenya di mesin boarding pass itu. Ntar bakalan keluar kertas boarding passnya. Buat yang pesennya online kayak gue, ada kode bookingnya itu kan? Nah ntar tinggal sentuh-sentuh aja di layar kode bookingnya, ntar juga bakalan keluar. Nih contohnya boarding pass punya gue kemaren


Gue sempet bingung juga karena gue kemaren ke stasiun itu minta dianterin sama temen (motor masih di rumah) dan gue juga awalnya mikir ga mungkin nyetak satu jam sebelum berangkat karena tadi itu, gatau bisa dapet taksi atau engga. Untung aja temen gue mau nganterin lagi haha. Thanks Maulaaa

Ada beberapa kritik dan pujian buat sistem yang baru ini. Pujian gue yang pertama adalah sistem ini bikin keamanan kereta (dimasukin orang lain atau semacemnya) lebih terjaga, karena sistem keamanannya berlapis lapis sini. Selain itu kita bisa check-in 12 jam sebelum keberangkatan kereta, jadi buat yang biasa bangun telat macem gue gini bisa rada aman karena engga keburu buru buat cetak tiket dan sejenisnya. Buat kritiknya, kayanya ini kurang disosialisasiin ya. Harusnya sih ada semacem notif ketika beli tiket dan naik dari Surabaya Gubeng. Buat yang gatau kan jadinya kasian. Terus kalo bisa sih jam check-innya diperpanjang ya, jangan 12 jam sebelum deh. 24 jam gitu lah (keliatan banget kalo writernya gampang nelat plus males). Dan, sebagai calon ekonom -apasih- gue gatau ya kenapa gue ngerasa ini salah satu cara "efisiensi biaya" dari PT KAI karena kayanya kertas buat boarding pass sama yang buat tiket konvensional mahalan yang konvensional XD.

Overall, gue berharap banget semua perbaikan dan peningkatan kualitas kereta api ini bener demi kenyamanan penumpang dan kemajuan buat PT KAI sendiri. 

Oke, selamat menempuh perjalanan. Semoga selamat dan sesuai ekspektasi. "Thank you for using our services and see you on the next trip'' (keliatan kalo keseringan naik kereta)

Wassalamualaikum wr wb

Selasa, 02 Agustus 2016

My "We don't Talk Anymore" Version- Review and Late Reaction

Asssalamualaikum wr wb

Kabar gimana? Jangan bahas GPA yaaa-_-

Kemaren malem gue berangkat dari rumah buat ke Surabaya. Biasa, pak Doswal orangnya disiplin, jadi ambil KHS hari kamis ya harus hari kamis, but so proud of him, beliau ini selalu disiplin dan tepat waktu masalah pengambilan KHS ini. Dan seperti biasa, naik Mutiara Timur Malam lagi untuk kesekian kalinya

But, gue gamau bahas masalah naik Mutiara Timur Malamnya. Gue mau bahas pas di perjalanan ngedengerin beberapa lagu yang barusan gue pindah ke iPad. Tau sendiri an nih device gabisa di buat download directly dari website hahaha. Nah salah satunya adalah lagu yang gue telaaaat banget nyadar kalo itu lagu bagus. Yap! We don't Talk Anymore by Charlie Puth ft Selena Gomez. It makes me gloomy. 

image sorce: https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/236x/17/de/75/17de755c934aee7ba07d894e4cdd7efa.jpg

Jadi ceritanya, akika (niruin gaya abang banci sebelah-Thanks to teach me your "banci" languages xD-) ngedengerin tuh lagu ya, eh jadi keinget something. Finally I realize that this song similar with my asdfghjklove story. Bakalan gue review per liriknya. Jangan dianggep fanfiction pliss T.T 

[Charlie Puth:]
We don't talk anymore
We don't talk anymore
We don't talk anymore
Like we used to do
We don't laugh anymore
What was all of it for
Ohh, we don't talk anymore, like we used to do...

Just from the first verse, I can figure out the aim of this song. Ini semacem kita yang biasanya ngomong berdua sama si doa eh doi tapi sekarang? Udah engga. Gue juga ngalamin hal ini. Gue yang sering ngomong sama si itu dulu. Kita yang dulu ngobrolin hal hal mulai dari tugas sampe ke hal sensitif masalah his first love. Gue belum kepikiran buat loving him kayak gini jadi dulu yaudah biasa aja. Dulu yang biasanya suka ketawa bareng gara gara suatu hal tapi sekarang? Jarak kita udah jauh, jarak hati apalagi.

I just heard you found the one, you been looking
You been looking for
I wish I would have known that wasn't me
Cause even after all this time
I still wonder
Why I can't move on
Just the way you did so easily

Gue engga sengaja ngeliat aktivitasnya di sosial media. Beberapa temennya ng-cuihuy-in dia yang mungkin lagi di PDKT. And I'm sure kalo si gebetannya tipe dia banget, yang mirip banget sama his first love ever yang sering diceritain ke gue. Oke cukuptau. Yah emang sih disini ada sedikit perbedaan sama versi lagu yaitu mereka broke up nah di versi gue ini cuman one-sided-love, makanya gue kasih judul begitu haha. Gue juga heran, di FEB itu banyak cogan lho. Jujur aja nih gue. Mulai dari yang alim sampe yang gaada stempel sholatnya itu ada semua. Tapi tetep baliknya? Gue keinget dan terus keinget sama yang nun jauh disana. Kenapa move on gabisa segampang beli penyetan di Surabaya?

Don't wanna know
Kinda dress you're wearing tonight
If he's holdin onto you so tight
The way I did before
I overdosed
Shoulda known your love was a game
Now I can't get you out of my brain
Ohh, it's such a shame

Buat yang ini, no comment. Gue engga pernah bayangin dia bakalan pacaran sampe holding holdingan XD 

I just hope you're lying next to somebody
Who knows how to love you like me
There must be a good reason that you're gone
Every now and then I think you might want me to
Come show up at your door
But I'm just too afraid that I'll be wrong

Nah ini part yang gue engga setuju, Si doi musti ngejauhin ini. Gaboleh lying lying somebody karena belum halal. Tapi bagian kedua, leh ugha. Hidup di rantauan lumayan susah, gapapa kalo emang ada yang lebih sayang atau sama sayangnya. Ada kok alasan dia pergi sejauh itu. Buat kuliah :3 Suatu ketika dia ada acara di Surabaya. Pengen rasanya liat tuh acara. Show up sambil ngajakin temen cowok gue disini but, I can't.

Next, udah. Sebenernya inti lagunya cuman beberapa bagian diatas, yang lain cuman diulang ulang. Seriously gue masih inget bener obrolan terakhir kita berdua. But I know who I am. Dia banyak fansnya breh, gue mah secuilnya doang. Dia disayang sama temen sekelasnya juga dulu. Nih cewek garis keras kayaknya masalah ngungkapin perasaan. Dari sisi cowoknya sih belum keliatan bener apa engga 'jadian', tapi gue juga keiris dikit kalo masalah ini. FYI, ini cewek pinter banget broh, mungkin otak gue engga se cemerlang dia xD Anak ITS, Rangking paralel IPA. Gue sama nih cewek dulu sempet akrab karena dia sama sama suka Super Junior. Da akika mah apa atuh, metong dah.



Pada akhirnya, gue cuman bisa mbathin kalo emang jodoh engga kemana. No problem kalo dia mau sama siapa aja sekarang, tapi ya kalo jodoh bakalan ketemu lagi sama gue. Kalo gue ngaku sekarang, kesannya aneh mungkin. Gue engga ada satu kelebihan yang isa gue kasih ke dia. Kelebihan berat badan mungkin xD

So, this is it. Gue yang mulai puber (kata emak). Udah mulai tau cinta cintaan. Bapak yang gremeng tiap gue bilang cowok atau om di TV itu ganteng. Ibuk yang ngintip tiap gue searching for lipstick yang cocok buat gue. Gue bakalan ngepost masalah puber gue dan beberapa product yang gue mau coba. Ini bukan beauty tips ya, apalagi My Confession kaya aw aw aw karin. 

Oke, sekian dulu. OH iya, kalo kalian pas lagi baca nemu popads, plis jangan judge aku qaqa T.T Aku pengen hasil dari Ads itu bisa gue sumbangin beberapa persen, selain buat gue sendiri. Jadi, tiap kalian readers baca sesuatu di blog gue, kalian bisa sekalian nyumbang. So simple, rite?

Wassalamualaikum wr wb

Minggu, 26 Juni 2016

Behind The Bad Score

Assalamualaikum wr wb

Jadi ceritanya, semster ini ngerasa semester yang kadar susahnya jauh banget sama semester satu. Dan yeah, to many bad news about, dosen in nilainya usah, ini enak tapi kamu gadapet apa apa dari kuliahnya, dan lain sebagainya

Engga dipungkiri sih, namanya juga mahasiswa/i sometimes pasti kepikiran juga sama nilai, kecuali mahasiswa yang engga peduli sama kuliahnya. Diakui atau engga. setidaknya pernahlah sesekali kepikiran nilai atau indeks prestasi.

Well. Gue punya pemikiran lain masalah ini. Banyak yang bilang kuliah itu mencari ilmu, bukan nilai. Gue jujur gapaham bedanya disini apa, tapi setelah ngejalanin dua semester kuliah baru gue paham.

Yang dimaksud mencari ilmu adalah, lo disini harus bener bener mengerti dan paham sama materi yang lagi lo pelajarin. Bener bener perhatiin, dipahami, dimasukin hati dan pikirab, batin dan rohani. Nah di sisi lain, yang namanya cari nilai menurut gue adalah, lo bakalan berusaha sekuat tenaga, ngehalalin segala cara buat ngedapetin nilai bagus tadi. Nyontek, nyari bocoran soal, dsb, yang justru percaya sama gue, lo bakalan engga catch the point dari materi yang lo curangin.

Maybe ada pembaca yang nanya, Author udah nyari ilmu belum? For some subject like Macroeconomic, gue yakin gue bertahan sama yang namanya mencari ilmu. But sadly, honestly ada beberapa matkul yang gue rasa, gue cuman nyari nilai disitu. Bukan berarti nyontek terus dsb, tapi gue masih belum get the point buat materi yang udah diberikan dosen. And this thing leads to a question,"Sudahkah dosen capable untuk bisa mentransfer ilmunya kepada mahasiswa?"

Mungkin, beberapa saat ke depan bakalan banyak yang complain ke gue tentang postingan gue hari ini, mungkin juga kalau gue jadi lecturer gue bakalan dikritik sama cara mengajar gue but gue harus bagi pemahaman gue ini.

Beberapa hari ini gue inget kalo ayah pernah cerita gini,"Bapak itu sedih kalau nilai ujian siswa itu jelek jelek. Ini bapak yang emang gabisa ngajar, soalnya yang kelewat susah, atau emang dari siswanya gaada perhatian sama mapelnya?" Gue cuman diem waktu itu, terus ayah ngelanjutin,"Kalau hampir 3/4 kelas itu nilainya jelek semua, jauh dibawah KKM, berarti bapak (guru) nya yang gabisa ngajar. Kalau dikit, berarti emang siswanya yang engga belajar. Harusnya ketika nilai ujian dibawah rata rata dimana guru mungkin kurang baik dalam mentransfer ilmunya, guru harus segera berbenah. Apa yang salah sama metode mengajarnya dan kendala apa yang harus dihilangkan supaya tidak terjadi nilai kayak gitu lagi."

Beberapa hari ini ada UAS di kampus. As always, setiap kali ada ujian, ada aja kendalanya. Dan di semester dua ini, gue sendiri ngalamin gimana rasanya ujian engga bisa ngerjain apa apa, soal essay engg selesai, dsb. Banyak temen yang ngeluh masalah yang sama, dan pada akhirnya gue yang selalu mikir,"ini aku yang bego apa emang soalnya susah?" kejawab. 

Nilai. Oke, gue tahu banget kalo di kampus, beberapa mahasiswa kurang interest sama matkul diliat dari banyaknya TA dsb. It's her/his mistakes if they get bad score this semester karena mereka emang kurang attract sama matkulnya. Tapi ini, hampir sebagian besar mahasiswa engga bisa lho. Terus letak salah dan kurangnya di bagian mana?

Hanya sedikit kritik bagi para dosen. Yap, gue cuman mahasiswi yang baru netes, masih semester dua lagi. Dari sebelum masuk kuliah udah diwanti-wanti dosen itu engga peduli sama lo, lo yang butuh ya elo yang ke dosen dsb tapiiii sudah seharusnya dosen lebih pay attention sama mahasiswanya. Gue gatau pas dosen ngoreksi ujian terus tahu kalo hampir semua mahasiswanya bad score  terus bakalan mikir, apa saya kurang bisa menyampaikan materi ya? Sudah selayaknya dosen juga memperbaiki diri, bukan hanya mencela mahasiswa dengan mengatakan mahasiswanya kurang belajar dan sebagainya. Sudah seharusnya dosen juga memperhatikan, apakah metode pengajarannya sudah sesuai diberikan kepada mahasiswa? nilai afektif apa yang bisa dijadikan sebagai salah satu komponen indeks prestasi? 

Dari sisi mahasiswa, jangan nge-judge dosen kalau dapet nilai yang kurang baik. Look at yourself, ask yourself,gue udah bener belum semester ini? Temen gue ada yang nge-judge dosen susah nilai dsb tapi dia sendiri jarang masuk kulih dan sebagainya. Ini nih yang namanya kuliah cari nilai. Maunya nilai bagus tapi jarang masuk, jarang merhatiin dosen. Then,ketika gue dan lo udah selesai dengan pertanyaan tadi, udah dapet jawaban? mungkin diantara pembaca, kalian udah serius kuliah, udah serius ngikutin dosen tapi dapet kurang juga. Yah, sulit emang kalo udah jawabannya kayak gitu. Keep strong aja deh.

Perguruan Tinggi ada untuk mencetak anak bangsa yang cemerlang. Cerdas dari sisi pemahaman materi dan penyampaian, bukan hanya indeks prestasi yang kadang kurang mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Untuk mendapatkan dan menghasilkan pemuda yang bermanfaat bagi bangsa, hendaknya dari dua sisi saling menyokong dan bersinergi. Dosen memberikan umpan umpan positif selalu mengevaluasi pengajarannya sendiri, dan mahasiswa yang sadar betul tujuannya di perguruan tinggi, dan benar benar perhatian dengan studi yang dipilih,

Wassalamualaikum wr wb.

Jumat, 18 September 2015

OSPEK atau Apalah Istilahnya di UNAIR 2015

Assalamualaikum wr wb

Jadi gini. Mau gue sebutin dulu dari awal bahwa blog ini pure gada tujuannya. Ya cuman buat nulis kalo kalo gue butuh ngelurain sedikit isi otak gue buat bisa dimasukin mata kuliah.

BUT THANKS BANGET! Gue tau kalo blog ini desainnya ancur, ga mutu isinya. But pas ngecek penayangannya udah 23000 lebih aja. Gue terharu banget inget beberapa hari lalu viewers nya cuman 2000

Kembali ke topik. Jadi ceritanya di UNAIR ini gue ngadepin 3 jenis OSPEK. Universitas namanya AMERTA, Fakultas Ekonomi dan Bisnis namanya PIKMEN, dan Ekonomi Pembangunan sendiri namanya Lintas Persaudaraan HIMA EP. Pasti diantara kalian viewers gue yang mungkin pas baca ini mau ngorek ngorek informasi gimana sih ospeknya UNAIR? berat ga sih? Duh apa pindah univ aja ya? atau mau nikah aja?

Nah bakalan gue jelasin gimana sih tingkatan sulit dari OSPEK di UNAIR? Jadi menurut gue adalah


  1. AMERTA UNAIR
    AMERTA ini nama ospek universitasnya UNAIR, panitianya dari kakak kakak mahasiswa dan pelaksananya BEM Universitas Airlangga. Di AMERTA ini tugasnya lumayan banyak. Selain kita ada tugas pribadi, ada juga tugas kelompok. Tugas kelompoknya ini seinget gue dulu harus ada pengabdian masyarakatnya. Terserah mau kegiatan apa aja. Kelompok gue dulu bagi bagi nasi sih buat pak becak sama bagi bagi masker kalo gasalah. Buat tugas pribadinya dulu bikin apasih ya lupa haha ya pokoknya gitu lah. Disini gue kategoriin paling susah karena ospek ini tempatnya di Kampus C Mulyorejo dan namanya masih mahasiswa baru belum ada motor. Jadi ya nebeng sapa aja yang bisa ditebengi wkwk. Susahnya lagi adalah buat ngumpulin anggota kelompok yang lain yang beda fakultas dan beda kampus juga. Terus acaranya ini biasanya sampe sore, nah kekurangannya adalah segitu banyaknya mahasiswa, air disana jadi susah. Pas itu juga masjid UNAIR kampus C (Masjid Nurul Azmi) belum selesai dibangun. Tapi buat konsumsinya overall bagus. Atributnya juga engga neko neko kayanya kemaren.
  2. PIKMEN 2015
    Nah PIKMEN ini ospek yang menurut gue paling asyik. Kenapa? Karena gini, kita dapet kelompok yang beda jurusan tapi satu fakultas. DAN FEB punya sekitar 4 jurusan ya kalo gasalah. gatau juga kalo vokasi ngikut. tapi kayaknya engga deh. Akuntansi, Manajemen, EP, sama EKIS. Nah enaknya disini adalah, cuman 2 hari! IYA CUMAN 2 HARI! Tapi tugasnya juga bejibun, dan lebih rumit. Jadi dari sekitar 60 an orang itu dibagi, ada yang bagian pengabdian masyarakat, Bussiness Challenge, dan INAGURASI. Nah gue masuk ke yang BC. Nah disitu kita bikin Sushi, dan itu enak banget. 20 menit langsung ludessss cyiin hahaha. PIKMEN ini cuman dua hari, ada komite disiplinnya yang bagian ngecek kelengkapan dan pelanggaran. Pas bikin makanan buat Business Challenge itu gue pulang jam 12 malem karena emang waktunya mepet banget, besoknya udah dipake. Intinya PIKMEN ini asyik dan cuman 2 hari jadi kerasa cepet^^
  3. LPH EP
    Nah ini, LPH EP. Gue seneng ikutan ospek jurusan ini, tapi ya tetep ada kekurangan di beberapa hal. Senengnya jadi bisa kenal lebih banyak anak (tapi ga semua -_-). Acaranya diadain tiap hari sabtu, selama 3 kali sabtu. Buat tugas dan isi acaranya gue gabakal bahas wkwk biar jadi rahasia/apasih/
Yep, segitu aja beberapa pengalaman gue ikutin semua ospek. Saran ajasih mending ospek diikutin aja semua prosedurnya. Enak kok kalo dipikir pikir dan momentnya juga bakalan berkesan suatu saat. Dan kasian juga panitianya udah nyiapin kalo gada yang dateng:))

Still, buat yang mau nanya nanya, bisa kok hubungin gue di Line: ariviafkrtz. Kalo yang dulu pernah nanya ke gue lewat WA tapi gue read doang, maaf ya ga bisa bales soalnya WA lagi error mulu (HPnya sih)-__- keyboardnya itulho rusaks njay..

Wassalamualaikum wr wb



Rabu, 18 Maret 2015

Tips Mengerjakan Soal Ujian Sekolah dan Soal Yang Sering Muncul

Assalamualikum wr wb.

Nah, sungguh betapa aku ini bukan pelajar yang baik. Padahal besok US nya Pendidikan Agama sama Sejarah, yang notabene itu dua pelajaran hapalan semua, dan yah begitulah. Nilai agama elek? isin bro, anak guru agama-__-

Cuman berbagi tips buat ngerjain soal Ujian Sekolah.

1. Jangan lupa doa
Ini penting bingits. Segimane lu belajar dari jaman orok, kalo ga doa pasti ada aja yang kelewat, yang doa aja suka ada yang kelewat :3

2. Jangan lupa cium tangan pengawas
Dari dulu gue percaya, kalau orang jutek lu jutekin malah tambah jutek. So, jika menemui pengawas yang killer macam,"I Declare that I do it 100% by myselfie eh myself" lu harus cium tangan beliau, senyumin beliau, bersikap manis sama beliau, asal lu ga naruh madu aja di mukanya.

3. Alat tulisnya ready stock
Sis, intip IG kita yuk. Banyak yang ready stock. Nah pasti kata kata diatas udah familiar banget di kuping pas stalk IGnya artis Indonesia. Yaps. Alat tulis harus ready stock di tempat pensil atau kalau mau keren, pensil taruh di kuping, penghapus di mulut, terus pulpen di anting sebelah kiri sama tip-x di anting sebelah kanan.

4. Pake baju yang engga mengundang syahwat
Ini yang paling penting! Jangan samain ini sama ujian lisan atau semacemnya. Seumpama lu udah ngerencanain mau ehem nyontek  pas ujian. Jangan pake baju ala ala superman, apalagi pake rok nya Nabilah JKT48. Bisa bisa pengawasnya ngeliatin lu. Nah, kan ga lucu. Pengawasnya seneng lu nya sedih gabisa nengok gegara diliatin.

5. Belajar
THE MOST IMPORTANT THING! Apalah guna Ujian Sekolah kalo lu ga belajar! Jangan kayak gue, waktunya belajar malah nulis ginian. Paling engga lu bakalan ngomong gini pas ngeliat kertas ujiannya,"Kayak pernah belajar ini deh. Ohiya ini di bungkus kacang yang dapet dari arisan panci." Gitu.

Nah, dari pengalaman nih, sering sering ngerjain soal UN tahun lalu (untuk mapel UN) dan di daerah gue yaitu Banyuwangi biasain ngerjainsoal Detik Detik dari Intan Pariwara (ini harusnya gue promosi dapet komisi) Yaps! soalnya banyak yang keluar entah itu di Try Out ataupun Ujian Ujian ang bertubi tubi /ala Atika di TBNH/

SEMANGAT YA BUAT YANG UJIAN, BUAT YANG JOMVLO JOMVLO YANG ENGGA DISEMANGATIN, NIH GUE SEMANGATIIN HAHAHA

Wassalamualikum wr wb.


Minggu, 15 Februari 2015

Pengalaman Naik Kereta Api Mutiara Timur Siang [REVISED]

Assalamualaikum wr wb

Di postingan ini (yang lagi lagi engga jauh dari kereta) gue bakalan ngasih semacem review atau apalah ya, sekaligus ngasih saran atau sekedar pengalaman buat yang mau tahu gimana sih rasanya naik Mutiara Timur ini ..

Oke, untuk pertama bakalan ngereview.....

KERETA MUTIARA TIMUR SIANG !

Nah jadi ini pengalaman pas kalau engga salah kelas XI bulan bulan Oktober-an lah. Nah ceritanya gini, adik gue ini sunat xD Nah berhubung nih bocah dan sekeluarga mau pindah ke Los Angeles karena om ditugasin Kemenlu buat tugas disana, gue nyempetin waktu buat nengokin. Dan alhamdulillah pas gue telfon om yang domisili Jombang tapi sering njengukin ibunya di Surabaya buat lihat lihat kampus UNAIR plus jemput di Gubeng beliau nyanggupin.

Nah as always mamih bingung mau naik apa, dan bapak lagi sibuk jadi gabisa ikut, ya gue nyaranin naik kereta aja. Nah gue ngasih 2 pilihan, option pertama naik Sritanjung, yang kedua naik Mutiara Timur Siang. Mamih langsung nanya, yang Eksekutif mana -__- Bapak sempet protes, ke Surabaya pake gaya naik Eksekutif eh mamih jawab gini."Dih masa dari muda sampe tua naik ekonomi mulu. Udah tua mah nikmatin. Ogah ah naik ekonomi." -harap maklum- gue langsung bilang ke mamih buat naik Mutiara Timur Siang. Oke deal.

Kereta berangkat hari Jumat, tapi gue udah beli tiket Sabtu. Padahal itu bukan peak season atau apa. Gue udah engga sabar mau naik kereta wkwkwk. Hari demi hari gue laluin, di sekolah rasanya bosen bertubi tubi, dikit dikit liat jam liat tanggal biar cepet cepet hari Jumat xD

Tibalah hari Jumat. Gue yang udah packing dari hari rabu -__- datang ke stasiun satu jam sebelum kereta berangkat. Yah untung bonyok ngertiin gue :))

Dan sampailah kereta kesayangan. Dari luar sih lumayan bagus ya keretanya-walaupun engga ada kereta yang engga bagus menurut gue-

Nah, seatnya Mutiara Timur ini enak banget menurutku.. Waktu itu tiketnya masih sekitar 120an ribu kalo gasalah-soalnya dapet kursi yang deket toilet,semakin ke tengah semakin mahal- ada sandaran kakinya juga, yang bisa disesuain sama panjang kaki-ini mengenaskan sekali bagi kaki ku yang engga panjang-, tapi sayang mamih dapat yang rusak xD protes ke petugas, tapi petugas belum bisa benerin xD

Perjalanan dimulai, sambil dadah ke ayah yang ngejomblo dirumah sambil bayangin ayah bikin telur cepok nyanyiin lagu 'masak masak sendiri'

Gue antusias sekeles pemirsa, belum pernah naik kereta jarak menengah apalagi eksekutif. Sepanjang jalan dari stasiun KSL (kodenya Stasiun Kalisetail) sampe Kalibaru nikmatin banget, apalagi lewat kebun coklat..

Nah yang paling aku pengen tahu itu Terowongan Gumitir.. Satu kata: GELAP xD Di Terowongan ini feels so fyuuuuuh gitu. Dan suara keretanya juga jadi khas. Ada dua terowongan, yang panjang sama pendek. Enaklah. Ini salah satu hal yang disuka sama sebagian penumpang tiap perjalanan ke  atau dari Banyuwangi.

Mulai memasuki Stasiun Jember. ACnya tetep dingin -iyelah- walaupun udah beranjak siang. Di seberang sana duduk seorang mas mas kece dengan iPhone di genggamannya, engga lupa kacamata item, sepatu Nike. Duh ini ngingetin banget sama foto profil mas FMH (9u.u)9. Tapi gaboleh lama lama mandangin, zina mata coy -tapi gue suka mandangin Taeyang gapake baju :v-

Beberapa kali kita ketemu pandang tapi ya gue pura pura ngeliat mamih gitu hahahaha

Sampailah dia buka kacamata hitamnya. Dan semua bayang bayang FMH LENYAP -__- jauuuh :v

Si mas mas ini suka makan bakso. Dia pesen bakso soalnya sama pramusaji yang suka lewat tiap 3 menit sekali :v

Saking nyamannya si mas mas ini tidur sambil buka mulut. KOK AKU BISA TAHU? Hahahaha jaketnya buat nutupin mulut gue buka-ya gamungkin- kesingkep  xD

Pas noleh ke mamih ternyata mamih juga ketiduran dan lebih parah dari mas mas tadi.

Di stasiun jember ini berhentinya lumayan lama karena stasiun gede. Bisa ditinggal pesen Roti O juga kayanya. Terus Rambipuji, terus apa ya lupa, Bangil, Sidoarjo, Surabaya Gubeng. Tetep dingin kok ACnya walaupun panasnya ga nguatin. 

Intinya, dari segi seat oke, sandaran kaki oke -kecuali punya mamih- ACnya pas, dan satu lagi. sepanjang jalan yang diputer adalah lagunya Mbak Suliyana. Bangga aih jadi orang Banyuwangi. Engga lupa yang asik naik Eksekutif adalah, si LED TV bakalan selalu ngingetin kalau kita udah mau nyampe di stasiun tujuan, jadi buat yang buta stasiun mana ini bisa tahu. Satu lagi, sebelum lagu mbak Suliyana, yang muncul adalah film kesayangan PT KAI! Tidak lain tidak bukan, RAMBO!

Fasilitas yang didapat sebandinglah sama harga tiketnya.. RECOMMENDED banget!

DAN TEPAT WAKTU!

Update info: Buat yang mau ke Bali dari Surabaya lewat darat, bisa naik MuTim ini. Ntar di Stasiun Banyuwangi Baru bakalan di oper ke bis (atau mungkin ELF? Aku gapernah naik sampe sini soalnya). Ini sih katanya mbak mbak kos yang banyak dari Bali. Enak kok, turun terakhir di Denpasar kalo engga salah.

So, buat yang mau naik, Enjoy it yaa. Oh ya tips buat yang mau naik Mutiara Timur yang Malam, pake baju anget ya, dingin soalnya ACnya. Kalo eksekutif kayanya diasih selimut, kalo bisnis kemaren gue udah engga dikasih (update 2 AGUSTUS 2016). 

Wassalamualaikum wr wb