My "We don't Talk Anymore Version-Review and Late Reaction'

Click and read my review and late reaction about this song. Fufufufu bakalan ada sedikit asdfghjklove journey juga.

Hasil Try Out KPMBS (Keluarga Pelajar Mahasiswa Banyuwangi di Surabaya) 2015

Nah seperti judul di atas, hari ini gue bakalan ngereview tentang Try Out KPMBS yang diadain tanggal 25 Januari 2015 kemarin.

HORRORNYA NGAMBIL BIMBEL MALAM MINGGU

Malam Sabtu. Oke, hari gini, buat remaja, engga tau Malam Minggu. Bayak versi dari Malam Minggu. Ada malam minggu pahing, kliwon, legi, bahkan yang baru dijadiin film, Malam Minggu Miko. Malam Minggu. Gue ngamatin malem minggu adalah malem dimana status Facebook naik hingga 50%! Dan isinya sama....

Pengalaman Naik Kereta Api Mutiara Timur Siang

Di postingan ini (yang lagi lagi engga jauh dari kereta) gue bakalan ngasih semacem review atau apalah ya, sekaligus ngasih saran atau sekedar pengalaman buat yang mau tahu gimana sih rasanya naik Mutiara Timur ini .. Oke, untuk pertama bakalan ngereview..... KERETA MUTIARA TIMUR SIANG !

Download 포미닛 (4MINUTE) - '오늘 뭐해 (Whatcha Doin' Today)' (Official Music Video)

Nah, di postingan ini, cuman pengen bagi bagi videonya 4Minute yang Watcha Doin' Today. kenapa? ya karena gue fansnya 4minute waks. Buat reviewnya, nah, disini gue sebagai mantan yadongers -_- MV ini seperti

Minggu, 31 Juli 2016

MAKALAH FILSAFAT: LANDASAN PENELAAHAN ILMU (ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI dan AKSIOLOGI)

Assalamualaikum wr wb

Udah mau semester ganjil nih. Di fakultas gue, semester satu itu ada mata kuliah Filsafat Ilmu. So, this is one of hundreds (halah) task. Nah disini gue pengen bagiin salah satu tugas kelompok yang gue kerjain bareng sama temen sekelompok. Thanks to my friend who let our task shared in my blog! Jadi, ini bukan kerjaan gue seorang, tapi orang banyak... Let's check this out!
(image source:http://tamanlitera.com/image/cache/data/produk/pustaka%20pelajar/Filsafat-Ilmu-550x500.jpg)

            Filsafat berasal dari Bahasa Yunani yang berarti “cinta akan hikmat” atau “ cinta akan pengetahuan. Filsafat adalah studi atau pembelajaran tentang seluruh fenomena keilmuan dalam kehidupan, serta berisi pemikiran manusia secara kritis, dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat sendiri terbagi ke dalam 4 kelompok: filsafat tentang pengetahuan, yang terdiri dari epistemologi, logika, dan kritik-kritik ilmu.; filsafat tentang keseluruhan kenyataan, yang terdiri dari metafisika umum (ontologi) dan metafisika khusus (teologi metafisik, antropolgi, dan kosmologi); filsafat tentang tindakan, yang terdiri dari etika dan estetika; sejarah filsafat. Tidak semua filsuf sependapat dengan pembagian filsafat dalam 4 kelompok ini, namun pembagian seperti ini merupakan pembagian klasik namun paling umum diterima.          
Landasan kajian ilmu (ontologi, epistemologi, dan aksiologi) terdiri dari pengetahuan. Semua pertanyaan pertanyaan tentang kemungkinan kemungkian pengetahuan, batas batas pengetahuan, dibahas dalam epistemologi. Epistemologi berasal dari logia dalam Bahasa Yunani dan episteme pengetahuan dan tentang pengetahuan. Epistemologi membicarakan 3 hal, yaitu objek filsafat (objek yang dipikirkan), cara memperoleh pengetahuan filsafat dan ukuran kebenaran. [1]
            Ontologi terdiri dari dua kata , yaitu ontos dan logos. Ontos berarti seusatu yang berwujud dan logos berarti ilmu. Dari dua kata itu ontologi dapat diartikan sebagai ilmu atau teori tentang wujd hakikat yang ada. Landasan Ontologis adalah tentang objek yang ditelaah ilmu. Hal ini berarti tiap ilmu harus mempunyai objek penelaahan yang jelas. Karena diversifikasi ilmu terjadi atas dasar spesifikasi objek telaahannya maka tiap disiplin ilmu mempunyai landasan ontologi yang berbeda. Ontologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hakikat sesuatu yang berwujud (yang ada) dengan berdasarkan pada logika semata.[2]
Argumen Ontologis pertama kali dilontarkan oleh Plato dengan teori ideanya. Menurut Plato, tiap-tiap yang ada di alamnyata ini mesti ada ideanya. Idea yang dimaksud oleh Plato adalah definisi atau konsep universal dari tiap sesuatu. Seperti manusia yang mempunyai idea. Idea manusia menurut Plato adalah badan hidup yang kita kenal dan dapat berpikir. Idea inilah yang merupakan hakikat sesuatu dan menjadi dasar wujud sesuatu itu. Argumen Ontologis kedua dilontarkan oleh St. Augustine. Menurut Augustine, manusia mengetahui dari pengalaman hidupnya bahwa dalam alam ini ada kebenaran. Namun, akal manusia terkadang merasa bahwa ia mengetahui apa yang benar, tetapi terkadang pula merasa ragu-ragu bahwa apa yang diketahui adalah suatu kebenaran. Menurutnya, bahwa diatasnya masih ada suatu kebenaran tetap, dan itulah menjadi sumber dan cahaya bagi akal dalam usahanya mengetahui apa yang benar. Kebenaran mutlak inilah oleh Augustine disebut Tuhan.[3] Ada yang memasukkan ontologi ke dalam bidang “metafisika” bersama filsafat alam (kosmologi), filsafat manusia, dan filsafat ketuhanan.[4]
Ontologi, dapat dirumuskan sebagai ilmu yang mempelajari realita  atau kenyataan konkret secara kritis. Aspek ontologi dari ilmu pengetahuan diantaranya, Metodis, Sistematis, Koheren, Rasional, Komprehensif, Radikal, dan Universal.[5]
Jadi, Ontologi merupakan ilmu yang menyeluruh dan empiris walaupun berdasarkan logika semata tetapi sebagai dasar wujud sesuatu itu.
           Epistemologi berasal dari kata episteme yang berarti pengetahuan  dan logos yang berarti ilmu. Secara sederhana epistemologi adalah filsafat yang mempelajari dasar dasar pengetahuan.[6] Epistemologi adalah ilmu yang membahas tentang pengetahuan dan cara memperolehnya. Epitemologi disebut juga teori pengetahuan, yaitu cabang filsafat yang membicarakan tentang cara memperoleh pengetahuan, hakikat pengetahuan dan sumber pengetahuan.[7]
Landasan epistemologi adalah cara yang digunakan untuk mengkaji atau menelaah sehingga diperolehnya ilmu tersebut. Secara umum, metode ilmiah pada dasarnya untuk semua disiplin ilmu yaitu berupa proses kegiatan infuksi-deduksi-verifikasi.[8]
Epistemologi adalah suatu cabang filsafat yang menyoroti atau membahas tentang tata cara, teknik, atau proses doormen dapat kan ilmu dan keilmuan. Dengan menggunakan metode non-ilmiah artinya pengetahuan yang diperoleh dengan cara  penemuan secara kebetulan, untung-untungan, akalsehat,  prasangka, otoritas, dan pengalaman biasa. Metode ilmiah adalah cara memperoleh pengetahuan dengan deduktif dan induktif. Sedangkan metode  problem solving adalah memecahkan masalah dengan cara mengidentifikasi permasalahan, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, mengorganisasikan dan menganalisis data, menyimpulkan dan conclusion, dan melakukan verifikasi yakni pengujian hipotesis. Epistemologi derivasinya dari Bahasa Yunani yang berarti teori ilmu pengetahuan.Epistemologi adalah bagian dari filsafat yang meneliti asal usul, asumsi dasar, sifat-sifat, dan bagaimana memperoleh pengetahuan menjadi penentu penting dalam menanyakan apa yang dapat kitaketahui sebelum menjelaskannya.[9]
Terdapat 3 persoalan pokok: a) apakah sumber-sumber pengetahuan itu? darimanakah pengetahuan yang benar itu datang? b) apakah sifat dasar pengetahuan itu? c) Apakah pengetahuan kita itu benar alias valid? Bagaimana kita dapat membedakan yang benar dari yang salah?[10]
Jadi, Epistemologi biasa digunakan untuk mengetahui tanda-tanda atau meramalkan kejadian supaya lebih tepat karena untuk mendapatnya dilakukan dengan menggunakan metode-metode dan melalui serangkaian proses untuk mendapatkan sebuah pemikiran dan mengidentifikasi suatu kejadian yang benar serta menolak yang saah. Proses dan hasilnya juga memerlukan verifikasi agar mendapatkan suatu pengetahuan.
Aksiologi adalah cabang filsafat yang membicarakannya tentang orientasi atau nilai suatu kehidupan. Selain itu aksiologi juga disebut sebagai teori nilai, karena aksiologi dapat menjadi sarana orientasi manusia dalam usaha menjawab suatu pertanyaan yang amat fundamental, yakni bagaimana manusia harus hidup dan bertindak? Teori nilai atau aksiologi ini kemudian melahirkan etika dan estetika. [11]
Landasan Aksiologi adalah berhubungan dengan penggunaan ilmu tersebut dalam rangka memenuhi kebutuhan manusia. Dengan perkataan lain, apa yang dapat disumbangkan ilmu terhadap pengembangan ilmu itu dalam meningkatkan kualitas hidup manusia.[12]
Aksiologi adalah ilmu yang menyoroti masalah nilai dan kegunaan ilmu pengetahuan itu. Ilmu pengetahuan itu hanya alat dan bukan tujuan. Substansi ilmu itu bebas nilai tergantung pada pemakaiannya.[13]
Jadi, dalam menjawab suatu pertanyaan aksiologi mengunakan teori untuk menjawab masalah dan manfaatnya dalam pengembangan ilmu.







[1] Ahmad Tafsir, Filsafat Ilmu(Mengurai Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi Pengetahuan).Remaja Rosdakarya,Bandung, 2004, hlm 80
[2] Mohammad Adib, Filsafat Ilmu: Ontologi Epistemologi Aksiologi, dan Logika Ilmu Pengetahuan,Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2010, hlm 68-69
[3] Mohammad Adib, Filsafat Ilmu: Ontologi Epistemologi Aksiologi, dan Logika Ilmu Pengetahuan,Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2010, hlm 70-72
[4] Sidi Galzaba, Sistematika filsafat: Pengantar Kepada Teori Pengetahuan,Bulan Bintang, Jakarta, 1991), hlm 6.
[5] Mohammad Adib, opcit., hlm 72-73
[6] Tim Penyusun, Kamus Bahasa Indonesia,Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, 2008 hlm 396
[7] Mohammad Adib, opcit., hlm 74
[8] Ibid., hlm 68-69
[9] Mohammad Adib, Filsafat Ilmu: Ontologi Epistemologi Aksiologi, dan Logika Ilmu Pengetahuan,Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2010, hlm 74-75
[10] Mohammad muslih, Filsafat Ilmu, Belukar, 2004, hlm 22
[11] Opcit., hlm 78
[12] Ibid., hlm 68-69
[13] Ibid., hlm 79


Nah, buat yang pengen tau full documentsnya, latar belakang, rumusan masalah, penutup, dsb bisa klik disini