Kamis, 26 Maret 2015

PROPOSAL PENELITIAN SOSIAL: PENGARUH BIMBINGAN PAGI TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR SISWA SMAN 1 GENTENG

BAB 1
Pendahuluan
A.   Latar Belakang
Dalam suatu lembaga pendidikan tidak pernah bisa lepas dari kegiatan bimbel (bimbingan belajar). Apalagi kegiatan ini dilakukan pihak sekolahuntukkebaikan siswa siswi agar siap saat mengahadapi ujian nasional. Tapi dari pihak siswa sendiri mungkin  sudah jenuh, karena mendapat materi secara terus menerus.Kegiatan bimbel yang dibawakan pada jam sekolah. Mungkin bagi menyita banyak tenaga dan pikiran mereka. Yang membuat mereka semakin malas untuk belajar, karena mungkin mereka merasa terpaksa untuk mengikuti kegiatan bimbell atau mereka sudah lelah karena dari pagi hingga sore mereka menyerapnberbagai materi yang berbeda. Hal ini mengundang ra penasaran kami untuk meneliti lebih lanjut respon siswa siswi tentang kegiatan bimbel ini.

B.   Identitas Masalah
Tanggapan dan pendapat siswa kelas XII terhadap kegiatan bimbingan belajar yang dilaksanakan di pagi hari

C.   Pembatasan Masalah
Masalah yang diteliti terbatas pada ruang lingkup siswa kelas XII

D.   Rumusan Masalah
1.      Apakah ada pengaruh perubahan jadwal bimbel pada konsentrasi belajar anda?
2.      Apakah dampak perubahan yang anda rasakan?
3.      Apa menurut anda yang perlu dibenahi dari bimbel anda?
4.      Apakah menurut anda diadakannya bimbingan disekolah berdampak pada anda?
5.      Seberapa persenkah keefektifan bimbel pagi hari?

E.    Tujuan Penelitian
1.      Memenuhi tugas Sosiologi                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     
2.      Mengetahui adakah pengaruh perubahan jadwal bimbel pada konsentrasi belajar
3.      Mengetahui dampak apa yang dirasakan setelah mengikuti bimbingan belajar pagi
4.      Mengetahui apa yang perlu dibenahi dari bimbel pagi
5.      Mengetahui adakah dampak diadakannya bimbingan sekolah
6.      Mengetahui persentase keefektifan bimbel pagi hari


F.    Manfaat Penelitian
1.      Sebagai bahan pertimbangan penentuan jadwal bimbingan
2.      Bermanfaat dalam member informasi mengenai konsentrasi belajar siswa
3.      Mengetahui perbedaan pendapat mengenai kelebihan dan kelemahan bimbingan pagi
4.      Sebagai bahan pertimbangan untuk meneruskan bimbingan belajar pagi atau kembali ke jadwal siang.


























BAB 2
Landasan Teori
A.     Tinjauan Pustaka
1.      Pengertian Bimbingan
Menurut Shertzer dan Stone (1981): bimbingan adalah pertolongan yang diberikan kepada individu yang biasanya sedang mengalami perkembangan dan pertumbuhan mental, sosial, intelektual, fisik, emosi, kejiwaan, dan kerohanian
2.      Pengertian Konsentrasi
Konsentrasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pemusatan perhatian atau pikiran pada suatu hal, sedangkan menurut Scholz (2006) Konsentrasi merupakan suatu kemampuan yang tercermin di berbagai kegiatan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dalam pekerjaan, di sekolah, dalam berkendara, atau dalam membaca buku.
3.      Pengertian Belajar
Semua aktivitas mental atau  psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dalam lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengelolaan pemahaman.
4.      Pengertian Siswa
Siswa atau peserta didik adalah mereka yang secara khusus diserahkan oleh kedua orang tuanya untuk mengikuti pembelajaran yang diselenggarakan di sekolah, dengan tujuan untuk menjadi manusia yang berilmu pengetahuan, berketerampilan, berpengalaman, berkepribadian, berakhlak mulia, dan mandiri.

B.   Hipotesis Penelitian
Responden lebih setuju bimbingan diadakan pagi hari karena masih dalam keadaan segar dan situasi masih kondusif.











BAB 3
METODOLOGI
A.   Lokasi Penelitian
Ruang kelas XII SMAN 1 Genteng

B.   Prosedur dan Jadwal Penelitian
Prosedur:             
1.      Memasuki ruang kelas XII
2.      Membagikan angket
3.      Kelas XII mengisi angket
4.      Angket diserahkan kembali
Jadwal penelitian : Kami melakasanakan pembagian angket pada 17 Februari 2015
C.   Subyek Penelitian
Siswa Kelas XII SMAN 1 Genteng

D.   Metode Pengumpulan Data
Teknik Pengumpulan Data dibagi menjadi 5, yaitu:
1.      Kuesioner
Kuesioner adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada responden baik secara langsung maupun tidak langsung. Apabila kuesioner tertutup cukup membubuhkan check list pada kolom. Sementara itu, apabila angket terbuka, cara menjawabnya dengan mengisi jawaban pada kolom yang. tersedia.
2.      Wawancara
Wawancara merupakan pertemuan antara dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab sehingga dapat dikontruksikan makna dalam suatu topik tertentu.
3.      Observasi
Observasi atau pengamatan merupakan kegiatan memperhatikan objek penelitian dengan seksama.
4.      Dokumentasi
Cara lain untuk memperoleh data dari responden dan informan adalah dengan cara dokumentasi. Dengan dokumentasi, peneliti mendapatkan berbagai informasi dari berbagai macam sumber seperti tempat tinggal, alamat dan latar belakang penelitian.
5.       Tes
Tes sebagai instrumen pengumpul data merupakan serangkaian pertanyaan yang digunakan untuk mengukur keterampilan pengetahuan, intelegensi, kemampuan, atau bakat.
Dalam penelitian ini kami menggunakan teknik pengumpulan data dengan “kuesioner tertutup” yaitu kami menyediakan daftar pertanyaan yang alternatif jawabannya telah disediakan oleh kami. Jadi responden cukup memberi check list pada alternatif jawaban yang telah disediakan.
Teknik Analisis Data
Teknik analisis data adalah proses kelanjutan dari proses pengumpulan data. Teknik analisis data menunjukkan teknik yang dipilih untuk mengolah data yang berhasil dikumpulkan. Teknik ini dapat diuraikan berdasarkan dua penelitian, yaitu penelitian kuantitatif dan kualitatif.
Pada penelitian ini kami menggunakan proses pengolahan data dalam penelitian kuantitatif secara manual. Artinya, data yang telah terkumpul dihitung menggunakan rumus statistik. Dengan tahap – tahap seperti berikut ini.
1.      Tahap Pemeriksaan Data (Editing)
Proses ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan data guna melanjutkan analisis data penelitian pada tahap berikutnya. Editing digunakan untuk memperbaiki jawaban responden yang terdapat pada kuesioner seperti kelengkapan jawaban, kejelasan tulisan, kejelasan makna jawaban, konsistensi antarjawaban, relevansi jawaban, dan keseragaman data.
2.    Tahap Pembuatan Kode (Coding)
Setelah tahap pemeriksaan data dianggap memadai, selanjutnya adalah pembuatan kode berdasarkan item pertanyaan pada kuesioner. Coding bertujuan untuk menyerdehanakan data dengan cara memberikan simbol angka atau huruf pada setiap jawaban.
3.    Tahap Pemasukan Data (Tabulating)
Tabulating merupakan proses memasukkan data yang sudah dikelompokkan ke dalam grafik - grafik yang mudah dipahami. Melalui tabulating, data lapangan terlihat lebih ringkas dan dapat dibaca dengan mudah.
Pendekatan Penelitian
Pada penelitian ini kami menggunakan teknik kuantitatif yaitu penelitian yang berkembang dalam ranah positivisme yang bertujuan untuk mencari kebenaran ilmiah melalui pengajuan hipotesis secara deduktif dan mengujinya secara empiris. Data yang diperoleh akan diolah menggunakan statistik karena data yang didapat berupa angka.
Ciri – ciri penelitian kuantitatif antara lain terdapat hubungan kausalitas (sebab-akibat), terdapat generalisasi hasil penelitian, dapat menerapkan sistem replikasi (penelitian ulang), dan kebanyakan menggunakan teknik random sampling yang representatif (mewakili populasi).





DAFTAR PUSTAKA


1 komentar:

  1. Semua berita yang ada di website anda sangat menarik perhatian untuk di simak, salam sehat. . . !! Semoga beritanya dapat bermanfaat! share ya gan, thanks nih!!

    BalasHapus